Senin, 13 April 2015

FOR A GIRL IN A BLUE, RED, WHITE AND YELLOW




Kukenal mata itu sejak lama meskipun baru sekali itu kutatap. Sepertinya segala yang telah lama kucari tersimpan dan masih berada di sana. Ya..di sana kutemukan kelembutan, ketegasan dan kesetiaan seorang wanita, kualitas seorang ibu. Namun logika menyarankan untuk bersabar, membiarkan semuanya mengalir. 


"Tapi...hei logika! bagaimana jika saya terlambat melakukan sesuatu?"
"Setidaknya saya bisa mengenalnya, bukan?" protesku bertubi-tubi kepada logika
"Hei...setidaknya belajarlah dari kecerobohanmu sebelumnya" jawab logika
"Tapi....kali ini aku merasa yakin, dialah yang kucari" jawabku bernegosiasi
"Bukankan sebelumnya juga seperti itu?" jawab logika datar
"Kau bahkan berdoa meminta petunjuk Tuhan, namun ketika jawaban itu Dia berikan begitu jelas di depanmu, kau malah mengabaikannya. Semua itu hanya karena keyakinan berlebihanmu itu!" logika menelanjangi kebodohanku sebelumnya.
"Jadi apa yang harus kulakukan?" kata-kata itu membuatku melunak
"Bersabarlah...kau akan tahu waktu yang tepat untuk melakukannya. Bukankah kau percaya pada rencana semesta?" 
"Bagaimana jika pada saat itu semuanya sudah terlambat?" saya  ragu, takut kehilangan sesuatu yang bahkan belum dimiliki.
"Hei! milikilah keyakinan! Bukankah sebelumnya kau pernah meminta petunjuk Tuhan, mengapa tak kau lakukan juga untuk saat ini?" 
"Ya....semoga gadis itu juga akhirnya memiliki keyakinan. Tapi bagaimana keyakinan itu ada tanpa sebuah tindakan?"
"Jangan tumbuhkan pikiran pesimis itu. Kau berhak untuk mendapatkan kesetiaan yang selama ini kau cari"
"Ya..aku akan mendengarkanmu kali ini" akhirnya saya memilih mendengarkan saran logika.

.................................................................................

Ya....semoga saja rencana semesta akhirnya membantuku menyampaikan semuanya kepada gadis yang tersamar dalam warna biru merah putih dan kuning itu dan itu belum TERLAMBAT!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FOLLOWER

READ MORE