Rabu, 29 April 2015

MOOD BOOSTER DAN IDEALISME




"Haaaa..!" 
"Hoi!..masih pagi sudah ho ha ho ha..kopinya diminum dulu, kasian itu mulut dari tadi menganga" teriak Kara sambil menyodorkan segelas kopi.
"Ha?" jawabku singkat, sambil tetap konsentrasi ke layar handphone.


Bagaimana tidak kaget. Baru beberapa jam yang lalu buat postingan di blog yang dalam kontennya terdapat lagu The Rain - Gagal Bersembunyi. Sekarang, pas buka Facebook, orang yang dikagumi pasang status tentang lirik lagunya. Pikiran campur aduk, antara bingung, kaget, senang. "Apa dia baca tulisanku di blog atau hanya kebetulan ya?" "ahh...tapi tidak banyak yang tahu alamat blog ini kok, mungkin memang hanya kebetulan. Kebetulan yang indah hahaha.." pertanyaan dan jawaban bersahut-sahutan dalam pikiran. Tapi semuanya buyar ketika kuangkat pandangan dari layar handphone dan kudapati muka Kara hanya berjarak beberapa centimeter dari mukaku. Tatapannya penuh tanda tanya, dahinya berkerut, hidungnya sengaja dikembang kempiskan.

"hahahahah...." tawaku meledak. Ekspresinya itu selalu berhasil mengundang tawa teman-teman kantor.
"Masih pagi sudah senyum-senyum sendiri, sudah ada rencana jadi gila?" tanyanya.
"Ah..bukannya kamu memang sudah gila ya" lanjutnya seakan baru menyadari sesuatu
"Enak saja" jawabku sambil menutup mukanya dengan telapak tangan.

Kuabaikan dulu kehadiran Kara dan suara cemprengnya, kunikmati pagi dengan segelas kopi diiringi Mr Big - To Be With You yang sudah entah berapakali ku-repeat. Status berisi lirik lagu The Rain itu menjadi mood booster di pagi ini. 

......................................................

Siangnya, bos datang menanyakan progres tugas yang diberikan kemarin.
"Belum saya kerjakan bos, ga ada bahan, kalau bisa minta arsip foto kantor, bos" jawabku
"Kamu ini....ambil dari internet saja kan tidak masalah"
"Kalau ambil dari internet saya takutnya dikomplain yang punya foto, bos" 
"Kan sudah dipublikasikan, berarti bisa dipakai dong. Atau gimana?" tanya bos nampak ragu
"Setahu saya, boleh digunakan dengan ketentuan minta ijin dulu ke pemilik gambar atau di bawah fotonya dicantumkan nama pemilik gambarnya, bos" saya berusaha memberikan penjelasan mengenai penghargaan kepada hasil karya orang lain yang dipublikasikan di internet.

Ketika masih aktif dalam beberapa situs desain grafis, saya mempelajari bagaimana orang-orang menghargai dan mengapresiasi hasil karya orang lain. Saya juga pernah jengkel dan marah ketika sebuah desain kaos yang saya upload di internet digunakan orang lain tanpa sepengetahuan dan ijin saya. Beberapa orang menganggap remeh hal-hal seperti ini, bahkan sepertinya menganggap saya sok-sokan. Tapi itu sudah menjadi idealisme bagi saya. Dan idealisme tidak butuh persetujuan dari orang lain. 

"Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda". 
Tan Malaka


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FOLLOWER

READ MORE