Jumat, 11 Desember 2015

JEJAK KAKI

image courtesy of: thecreeps.deviantart.com

Dalam jejak kaki yang kau tinggalkan kulihat langkah kaki yang terseret, ketika bebanmu sangat berat. Kulihat jejak sepasang lutut yang tertekuk, berdoa, meminta kekuatan-Nya. Kulihat jejak jingkatan, ketika engkau menari bahagia.



Kulihat bayangan dirimu di depan sana, berjalan tegak penuh harapan. Kupercepat langkahku, setengah berlari menuju ke arahmu. Engkau merasakan kehadiranku, menoleh ke belakang dan tersenyum. Senyummu membuatku terhenti. Waktuku seakan berputar, setiap sudut yang kupandang memunculkan kenangan-kenangan masa lalu. Ketika rasa cinta membuatku merasakan bahagia, namun kemudian memenjarakanku sejenak di sudut gelap, menghilangkan detik-detik berharga hidupku.

Aku berhenti mengejarmu, mengamati arah langkahmu. Engkau nampak berjalan dipenuhi bahagia menuju sosok yang hanya nampak bayangan itu. Akhirnya aku tahu, dia, sosok yang telah lama kau kejar. Dia akhirnya membuka hatinya untukmu. Keyakinanmu untuk bahagia meskipun harus melalui jalan yang membuat langkahmu terseret, putus asa yang membuatmu bertekuk lutut, kini semua itu telah terbayar. Di jalan setapak yang akan membawamu dengannya menuju masa depan, dia menunggumu di sana.

Kulihat punggungmu yang bergerak menari-nari bahagia itu. Perlahan menghilang...kupaksakan sebuah senyum. Senyum untukmu. Senyum yang tak akan kau lihat. Doaku untukmu.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FOLLOWER

READ MORE