Kamis, 28 April 2016

LANGKAH


Beribu pertanyaan mungkin sedang beterbangan di pikiranmu saat ini. Hanya itu yang bisa kau harapkan ketika akan mengunjungi tempat yang sama sekali baru, bukan? 

Tempatkan tanganmu  di atas ulu hatimu dan akan terasa denyut yang kuat. Seakan segala kekhawatiran yang terkandung di dalam pertanyaan-pertanyaanmu itu ingin melepaskan diri dari tubuhmu. 

Aku tahu, setidaknya pernah merasakan perasaan yang mendekati perasaanmu saat ini. Namun tahukah kau, melihatmu dan berdiam di sini terasa jauh lebih berat? 

Kehadiranmu telah dibekukan di dalam waktu yang telah berlalu, mengisi kenanganku tentang sebuah perasaan. Terlalu sulit terlupakan. Aku tidak akan sekarat lalu mati karena kau tidak ada di sini. Hanya saja, perasaan berharga ini bekerja dengan caranya sendiri, sayangnya itu tidak sederhana. 

Kepergianmu sepertinya akan menguliti perasaan berharga yang kumiliki itu. Jika kulitnya telah lepas, tentu saja rasa sakit akan mudah terasa. Kemudian jelas aku akan mengerang kesakitan. Namun silahkan bermimpi untuk mendengarnya, karena takkan pernah terdengar.

•••

Kau datang lalu pergi. Tidak hanya sekali. Ketiga kalinya sekarang. Tiga kali pula perasaan berharga itu terkuliti. Sakit yang dirasakannya tak pernah berubah. Untungnya aku tak akan mati karenanya, hanya saja akan kulalui beberapa satuan waktu seperti orang yang mati. Ketika waktu hanya berlalu dan aku hanya terdiam.

Aku membaca tatapan-tatapan mata sahabat yang seakan ingin mengatakan sesuatu namun terlalu takut mengatakannya. Mereka tidak tahu, tatapan mata itu telah membuatku menahan napas. Berharap ketika aku mengembuskan napas, mereka akan mengatakan semuanya. 

Jangan meninggalkan terlalu banyak tanda tanya yang mengikat badanku. Memanggilku untuk selalu kembali ke masa lalu, bersenang-senang dengan kenangan. Aku memilih hidup di masa sekarang, yang penuh kejujuran, meskipun itu berarti kau tak pernah merasakan perasaan berharga seperti yang kurasa.

Aku lemah dan akan terus berjalan. Mengumpulan tenaga dari pijakan kaki kanan dan kebijakan dari pijakan kaki kiri.

Terus berjalan adalah kewajiban dalam hidup. Tinggalkan jejak, biarkan menjadi petunjuk menuju Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FOLLOWER

READ MORE