Wajahnya ada di hitungan jari
Mengapa mengganggu hari?
Raga tak bisa berlari
Saklar padam kutekan dari dulu
Rela waktu berlalu
Kini kuingin bersinar untuk satu
Wajah ini, aku ingin tahu
Mengapa hadir intiusi,
di hati yang sudah tak menanti?
Mengapa kau berwujud nyata,
di duniaku yang maya?
Membuatku bagai rangkaian kata,
yang mengejar sebuah titik.
Menajamkan mata,
Ke ujung yang tak nampak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar