Senin, 16 Mei 2016

MUNGKIN



Tanpa fakta, hanya kata mungkin yang mengawali setiap kesimpulan. Bersama beberapa "mungkin", saya mencoba memahami kenyataan. 

Kamis, 28 April 2016

LANGKAH


Beribu pertanyaan mungkin sedang beterbangan di pikiranmu saat ini. Hanya itu yang bisa kau harapkan ketika akan mengunjungi tempat yang sama sekali baru, bukan? 

Tempatkan tanganmu  di atas ulu hatimu dan akan terasa denyut yang kuat. Seakan segala kekhawatiran yang terkandung di dalam pertanyaan-pertanyaanmu itu ingin melepaskan diri dari tubuhmu. 

Jumat, 15 April 2016

DREAMING ABOUT TOMORROW



Berada dalam dunianya sendiri. Dunia di mana imaginasi bebas berkembara, memanen kepingan ide. Ketika setiap tarikan garis membawa sebuah bentuk ke dalam kertas putih.
"Beberapa tarikan garis lagi dan gambar ini akan selesai" pikirnya.
Bibirnya menyunggingkan senyum, menandakan kepuasan. Kepuasan akan sebuah karya yang sebentar lagi selesai.

Rabu, 13 April 2016

16




"

...we had joy we had fun we had seasons in the sun

But the wine and the song like the seasons have all gone..


"
Telah sering kulihat mata seorang ibu yang dulu begitu terluka melepas kepergianmu. Kulihat perjuangan seorang kakak yang dulu begitu kau idolakan. Kulihat seorang adik yang menyembunyikan kata-kata kerinduannya di bisingnya dunia internet. Apakah kau meminta Tuhan mengutusku untuk hadir di antara mereka? Aku sama sekali tak keberatan.

Sudahkah kau bertemu Ledy? Tahukah kau, dulu dia yang memilih lagu yang kami nyanyikan di ibadah pemakamanmu? Tahukah kau, dia meninggal sebagai dosen di Salatiga, kota dimana kau ingin melanjutkan pendidikanmu? 

16 tahun telah berlalu, menggandakan usia kita. Ketika waktu mulai mengeraskan wajah kami, wajah kalian abadi dalam kemudaan. 16 tahun waktu yang lama untuk mengikis kesedihan. Tapi tak akan mengikis bukti bahwa kau pernah hadir dan menjadi sahabat kami. 








Jumat, 25 Maret 2016

BERTAHAN






Melupakannya bukanlah pilihan.
Aku memilih untuk mempertahankan rasa untuknya.
Tanpa durasi.

Minggu, 28 Februari 2016

MENULIS



Kebosanan memuncak di dalam ruangan laboratorium praktek. Mataku tertuju ke pemandangan di luar ruangan. Aku dapat memandangi langit di antara himpitan gedung perpustakaan. Kemudian dalam pikiran mengalir kata-kata:
"
hari ini aku bersyukur karena masih dapat melihat langit,
langit selalu menyadarkanku akan kemanusiaanku
"
Ada sesuatu di dalam kalimat itu yang membuatku segera menuliskannya di selembar kertas laporan praktikum dan mengingatkan diri sendiri untuk segera mengetikkannya di komputer sesampai di kamar kos. Sebaris kalimat itu menjadi awal untuk menuliskan ide, pemikiran, perasaan ke dalam bentuk tulisan.

Senin, 15 Februari 2016

AKAN TETAP KUPUJI TUHANKU


image courtesy of savedart.deviantart.com

Kusodorkan secarik kertas. Berharap pemain keyboard itu akan menyerahkannya kepada penyusun liturgi ibadah hari minggu di gereja, sore ini. Hari ini, 14 Februari 2016, hari minggu, juga hari ulangtahunku yang ke-31. Kebahagiaanku meluap. Ingin memuji Tuhan dengan sebuah pujian di hadapan jemaat. Secarik kertas bertuliskan lirik lagu telah kupersiapkan, kusisipkan dengan baik di dalam saku kemeja. Kugunakan setelan terbaik yang kumiliki.

Rabu, 10 Februari 2016

HITAM

 

Diam,
Tak pernah berusaha membela diri.
Membiarkan diri dihakimi
Sekuat apa kekuatan yang mengikat lidahmu?
Sekuat apa perasaanmu untuk menanggungnya?

Rabu, 27 Januari 2016

PEKAT


Image courtesy of bloodybizarre.deviantart.com


Cinta itu serupa tinta. Pekat.
Kulalukan di atas kertas.
Tak ada keraguan.
Tak ada penyesalan.


Sabtu, 23 Januari 2016

KISAH 3 POHON

image cortesy of kelleybean86.deviantart.com

Desember berlalu terlalu cepat. Pohon Natal imitasi di sudut ruangan, telah kehabisan aura Natal-nya.  Perlahan pernak-pernik yang menghiasinya dilepas. Disimpan. Semoga aura kebahagiaan natal kembali memenuhi udara ketika kardus penyimpanannya terbuka, akhir tahun ini.

•••

Noel sedari tadi sibuk mempersulit penyimpanan pohon natal dan pernak-perniknya. Sekarang dia duduk di atas kardus. Duduk bersila layaknya Aladin di atas karpet terbangnya. Melakukan berbagai gerakan, katanya sedang melakukan olahraga. Alasan yang membuatku hanya bisa mengernyitkan alis. Bosan bermain dengan kardus, sekarang giliran potongan pohon natal yang diangkatnya dengan gerakan seperti mengangkat barbel.
"Harus rajin olahraga, supaya bisa main bola" kata Noel polos
"Iya. kalau sudah capek bilang. Ok?" jawabku. Saat ini, aku lebih tertarik mengamati tingkahnya.

FOLLOWER

READ MORE