Rabu, 27 Januari 2016

PEKAT


Image courtesy of bloodybizarre.deviantart.com


Cinta itu serupa tinta. Pekat.
Kulalukan di atas kertas.
Tak ada keraguan.
Tak ada penyesalan.


Sabtu, 23 Januari 2016

KISAH 3 POHON

image cortesy of kelleybean86.deviantart.com

Desember berlalu terlalu cepat. Pohon Natal imitasi di sudut ruangan, telah kehabisan aura Natal-nya.  Perlahan pernak-pernik yang menghiasinya dilepas. Disimpan. Semoga aura kebahagiaan natal kembali memenuhi udara ketika kardus penyimpanannya terbuka, akhir tahun ini.

•••

Noel sedari tadi sibuk mempersulit penyimpanan pohon natal dan pernak-perniknya. Sekarang dia duduk di atas kardus. Duduk bersila layaknya Aladin di atas karpet terbangnya. Melakukan berbagai gerakan, katanya sedang melakukan olahraga. Alasan yang membuatku hanya bisa mengernyitkan alis. Bosan bermain dengan kardus, sekarang giliran potongan pohon natal yang diangkatnya dengan gerakan seperti mengangkat barbel.
"Harus rajin olahraga, supaya bisa main bola" kata Noel polos
"Iya. kalau sudah capek bilang. Ok?" jawabku. Saat ini, aku lebih tertarik mengamati tingkahnya.

Kamis, 14 Januari 2016

ARTI SAHABAT






Malam hari,
"Selamat galau!"
Sebaris pesan singkat dari Rama di whatsapp.
"Anjrit, masih sempat aja ini anak. Bukannya sekarang sudah di bis?" pikirku.
Masa libur sebulannya telah usai, dan sekarang Rama sedang dalam perjalanan kembali ke tempat kerjanya.

Senin, 11 Januari 2016

KEAJAIBAN




 "Ketika pegawai anda yang telah mengalami kenaikan posisi mulai risih melakukan pekerjaan-pekerjaan kecil, yang sebelumnya sering dilakukannya, potonglah tanduknya" seorang pemilik sekaligus pengelola sebuah hotel berbagi pengalaman di sebuah pertemuan.
"Berikan dia perintah untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan seperti memungut sampah, atau pekerjaan lainnya yang dilakukannya sebelumnya. Jangan biarkan tanduknya bertumbuh semakin tinggi" lanjutnya.
- ♣ -
Sekarang, wejangan itu telak mengenaiku. Ketika tanduk di kepala semakin tinggi, dan dengan sombong kutantang dunia seorang diri. Dengan tegas, Dia datang memotongnya. Tak ingin dilihatnya aku terjebak di semak karena tanduk yang kubanggakan itu. Sebuah kasih yang sejati. Keajaiban yang tak kusadari.

Minggu, 10 Januari 2016

JAM PASIR



Lonceng berdentang tiga kali..hening...berdentang tiga kali. Berulang
Seakan melantangkan keheningan
Butiran terakhir dalam jam pasir tak lama lagi akan terjatuh
Dalam setiap butirnya telah tertitip berbagai macam emosi dan kenangan
Satu satuan waktu akan terlewati
Satu satuan waktu kembali menanti untuk dilalui

Rabu, 30 Desember 2015

AKU SALUT!


image courtesy of orig03.deviantart.net
Pundak itu tak pernah terlalu tua untuk menampung setiap sandaran bayi-bayinya yang kini telah dewasa. Bahu itu tak sekuat dulu, namun tak pernah berkurang kenyamanan yang bersemayam padanya. Kami akan berebut kenyamanan itu pada saat-saat sebelum tidur, ketika kecil dulu. Aku selalu berhasil melingkarkan lenganku ke lehernya, kakakku dengan sengaja mengalah dan melingkarkan lengannya ke pinggang ibu. Sekarang, di umurnya yang telah dewasa, dia masih menemukan kenyamanan itu ketika bersandar di bahu ibu. Tanpa kata, menceritakan segala bebannya, membiarkannya tenggelam dalam lelap. Di bahu itu, dalam setiap pelukan, kami temukan surga. Entah mengapa mereka menemukannya di telapak kakinya.

♣♣♣

Selasa, 22 Desember 2015

MENUNGGU SUARA



Tiupan angin menguraikan awan pekat. Seperti penghapus yang menipiskan goresan pensil. Pucuk bambu bergerak lentur mencambuki atmosfer. Daun-daunnya bergesekan menyanyikan sunyi. Burung-burung pipit meloncat lincah mencari makan. Burung tekukur, berdengkur pasrah di dalam kandang berlimpah makanan.

Jumat, 11 Desember 2015

JEJAK KAKI

image courtesy of: thecreeps.deviantart.com

Dalam jejak kaki yang kau tinggalkan kulihat langkah kaki yang terseret, ketika bebanmu sangat berat. Kulihat jejak sepasang lutut yang tertekuk, berdoa, meminta kekuatan-Nya. Kulihat jejak jingkatan, ketika engkau menari bahagia.

Selasa, 17 November 2015

GENGGAM




Kepalanku terlalu kuat menggenggam.
Menggenggam hatiku sendiri.
Bukan cinta yang menyakitiku.
Itu diriku sendiri.

Senin, 17 Agustus 2015

MISTERI CINTA





Misteri cintamu menguji sabarku.
Tak bisa kutuliskan dirimu karena kau adalah sebuah abjad yang hilang.
Tak bisa kulukis rupamu karena kau adalah cahaya pembawa spektrum warna.
Meskipun kau tak pernah ingin, aku selalu ingin memahami misterimu.

FOLLOWER

READ MORE