Seseorang menyarankan untuk mendengarkan lagu ini. Kuartikan lagu ini sebagai lagu seorang yang posesif, seorang yang mencintai terlalu dalam, sesorang yang khawatir tidak dicintai sedalam dia mencintai. Tersirat rasa tidak percaya diri, kepasrahan untuk dapat ditinggalkan setiap waktu.
Bisakah mencintai tanpa merasa terbebani? Bisakah mencintai tanpa kehilangan dunia sendiri? Kenapa selalu ada luka dalam mencintai? Setidaknya itu yang kurasakan.
Tembok tinggi kubuat untuk menghalangi datangnya cinta. Namun dia tidak datang dari luar, dia datang dari dalam. Tak akan ada yang bisa menghalangi hadirnya.
Nyaman kurasakan sejak mengabaikan perasaan cinta. Namun tiba-tiba saja muncul sosok yang tenang, feminim, suaranya teduh, di matanya kutemui dunia yang kukenali. Maka runtuhlah keenggananku untuk mencintai. Mungkin ini baru tahap suka, belum cinta. Enggan kupikirkan tapi selalu mengganggu.
Ingin kulupakan dalam puluhan lelap yang kulewati, tak berhasil. Mungkin tulisan ini bisa meluapkan semuanya hingga tak perlu lagi perasaan itu mengganggu. Mencintai terlalu melelahkan, ingin kulupakan. Semoga