Mungkin obrolan ringan sahabat bisa mengalihkan mendungnya, singkat, namun setidaknya ada cahaya untuk sesaat. Mungkin mendengarkan sebuah lagu bisa memberikan kelegaan, namun ketika alunan suara itu samar menghilang, gelombang air mata pun kembali perlahan menggantikannya.
Aku yakin ini bukan tetes air mata pertama. Apa yang diajarkan tetesan air mata sebelumnya? Yang pasti itu menguatkan kaki untuk melangkah melalui hari. Bukankah di akhir air mata, kita mengerti arti kata ikhlas? Air mataku mengajarkan bahwa ikhlas itu membebaskan.
....................................................................................
Akan kubiarkan air mata mengalir di mata itu, meski melihat air mata itu selalu menyakitkan. Hanya pemilik air mata yang punya kemampuan mengartikan tiap tetes air mata dan kekuatan apa yang terkandung di dalamnya, semoga keyakinanku tidak salah. Karena yang bisa kuberikan hanya obrolan dan lagu, semoga menjadi penghalau mendung dan penghalang gelombang meski hanya sesaat