"Bagi hotspot dong!" minta Tette
"Ashhh....." keluhku
"Ga usah protes, buat putar musik" lanjutnya
Kami berdua berada di kursi belakang mobil berisi tujuh orang, yang sedang melaju menuju lokasi pertandingan sepakbola di kabupaten sebelah. Kami bertujuh teman sedari kecil dan tinggal berdekatan, bermain bola adalah kegiatan kami sejak lama.
"Sekalian konekkan ke bluetooth speaker mobil" kata Nobo, yang sedang menyetir
Lagu-lagu dari album-album awal Dewa 19 kemudian mengalun dari speaker mobil. Kami bernyanyi mengikuti setiap lagu. Di bagian-bagian Ari Lasso menyanyikan nada-nada tinggi, aku dan Tette akan berteriak bagai lengkingan tikus yang terjepit perangkap. Anak-anak di kursi depan serempak tertawa.
Ketika lelah bernyanyi, kami akan bercerita banyak hal. Cerita-cerita dari tahun-tahun yang telah kami lalui tak akan habis dalam perjalanan dua jam ini.
.............................................................................................
Ketika kecil dulu, kami seperti punya jadwal sendiri. Beramai-ramai menonton kartun di TVRI setiap pukul 03.30 sore. Selesai menonton kartun, kami kemudian bermain bola sampai menjelang malam di lapangan depan rumah. Ketika libur panjang sekolah, sedari pagi kami akan melakukan banyak hal. Saking banyaknya, aib dari kami masing-masing kemudian menjadi nama julukan. Hampir semua teman masa itu tidak dipanggil dengan nama aslinya lagi. Nama julukan itu masih melekat hingga hari ini.
Seorang teman, bangun di pagi hari dengan bekas air liur di bibir yang memutih kemudian mendapat nama julukan kumis putih, seorang lagi berambut kekuningan sehingga mendapat julukan Kumen (dari nama pemain sepakbola belanda Ronald Koeman yang berambut pirang). Ada lagi Pisol, gara-gara salah menyebutkan Pistol menjadi Pisol. Seorang lagi punya karakter bermain bola seperti Basile Boli, kami memberinya julukan Bolli'. Seorang lagi bernama Mentega, karena pernah memakai mentega sebagai pengganti minyak rambut.
Di kamar Mentega inilah, kami sering berkumpul berdesakan dan mendengarkan lagu-lagu dari kaset pita. Lagu yang tersimpan erat dalam ingatan hingga bertahun-tahun kemudian
.............................................................................................
Aku adalah orang yang beruntung. Memiliki masa kecil yang sangat bahagia. Seorang pernah berkata "lingkunganmu sangat menyenangkan namun itu menjadi salah satu kelemahan juga. Karena menjadi zona nyaman. Kamu kadang menjadi tidak peduli dengan lingkungan di luar karena kamu selalu punya zona nyaman untuk kembali"
Kupahami arti kata-katanya. Namun mungkin aku tak peduli. Bukankah kita melalui banyak hal untuk akhirnya menemukan satu zona nyaman? Itu yang kupahami hingga hari ini, namun mungkin suatu saat pikiran itu akan berubah. Untuk saat ini, dalam banyak hal aku ingin mengapung dan mengikuti arus air. Masih terlalu lelah untuk melawannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar