Sabtu, 23 Januari 2016

KISAH 3 POHON

image cortesy of kelleybean86.deviantart.com

Desember berlalu terlalu cepat. Pohon Natal imitasi di sudut ruangan, telah kehabisan aura Natal-nya.  Perlahan pernak-pernik yang menghiasinya dilepas. Disimpan. Semoga aura kebahagiaan natal kembali memenuhi udara ketika kardus penyimpanannya terbuka, akhir tahun ini.

•••

Noel sedari tadi sibuk mempersulit penyimpanan pohon natal dan pernak-perniknya. Sekarang dia duduk di atas kardus. Duduk bersila layaknya Aladin di atas karpet terbangnya. Melakukan berbagai gerakan, katanya sedang melakukan olahraga. Alasan yang membuatku hanya bisa mengernyitkan alis. Bosan bermain dengan kardus, sekarang giliran potongan pohon natal yang diangkatnya dengan gerakan seperti mengangkat barbel.
"Harus rajin olahraga, supaya bisa main bola" kata Noel polos
"Iya. kalau sudah capek bilang. Ok?" jawabku. Saat ini, aku lebih tertarik mengamati tingkahnya.


Bosan "berolahraga", Noel kemudian duduk di kursi. Sejenak memperhatikan acara di televisi. Tak lama berselang, dia mulai berceloteh.
"Mungkin sekarang Noel mau olahraga bibir lagi" pikirku.
Kemudian dia mulai bercerita;
"Om Ebal, Noel punya cerita. Cerita tentang pohon" Noel berusaha merebut perhatianku.
"Ada tiga pohon..eh empat...eh tiga. Pohon pertama bilang dia mau jadi tempat harta karun" lanjutnya
"Terus toooo....pohon kedua mau jadi kapal yang besaarrrrr supaya nanti bisa bawa raja"
"Terus toooo..pohon ketiga mau menjadi pohon yang bessssarrr...sebesar gunung" Kata Noel sambil mengangkat tangannya setinggi-tingginya.

"Setinggi gunung?" tanyaku
"Ia setingiiii gunung" jawabnya menekankan tentang seberapa tinggi yang dimaksudnya.
"Terus?" tanyaku. Tertarik mengamati mimik, daya ingat, serta caranya mengurutkan kisah.
"Pohon yang mau jadi kapal besar ternyata jadi kapal kecilll" katanya sambil terkikik
"Tapi dipakai Tuhan Yesus. Kan Tuhan Yesus raja yang bessssssssssar"
"Terus toooo...dijadikan salib itu pohon yang mau jadi setinggi gunung"
"Pohon yang mau jadi tempat harta karun, jadi palungan. Tempat Tuhan Yesus lahir" Noel terus bercerita sambil matanya menerawang, berusaha mengingat bagian lain yang mungkin dilupakannya.
Merasa tak ada lagi bagian yang terlewatkan, fokus Noel beralih ke mainan yang tergeletak di lantai.

Kubiarkan Noel menikmati kesibukannya itu. Terpikirkan kembali kisah yang diceritakan Noel. Kisah yang menarik, namun sepertinya ada sesuatu yang terlewatkan. Pesan moral. Ya. aku mencoba mencari pesan moral dalam kisah itu. Pesan moral apa yang hendak disampaikan kepada anak umur 5 tahun seperti Noel? Apakah untuk memperkenalkan kisah Alkitab tentang kelahiran, mujizat dan kematian Yesus? Atau mungkin kisah itu hanya bertujuan untuk merangsang daya imajinasi?

Dunia imajinasi. Kembali kusadari adanya dunia itu. Dunia dimana semuanya bisa terjadi sesuai keinginan. Dunia tempat kutanam dan kupelihara setiap harapan. Dunia yang membantuku terus bertumbuh.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FOLLOWER

READ MORE