Selasa, 15 April 2014

KAWAN SETIA

patheticnumber1.blogspot.com
Pemandangan Dari Teras Patane

Kulepas ransel kemudian kusandarkan pada dinding tembok, tak lama kemudian punggungku menyusul bersandar di sebelahnya. Di puncak sebuah bukit kecil, berdiri sebuah bangunan berbentuk kubus dengan sebuah pintu masuk yang (katanya) dikunci dengan sebuah sistem kunci rahasia. Sebuah salib, kokoh berdiri di puncak bangunan. Bangunan ini merupakan bangunan makam keluarga besar kami dan dalam masyarakat Toraya, dikenal dengan istilah "patane". Dan di teras belakang patane itulah sekarang saya duduk bersandar.


Kusapa para penghuni patane; buyut, kakek, nenek, tante, paman dan yang paling muda adalah seorang adek sepupu. Hanya tembok yang membatasi tubuh bernyawaku dengan tubuh tak bernyawa mereka. Namun, mereka telah bertemu teman paling setia dari setiap manusia. Kematian.

Kupasang headset, pilih playlist April Fools (playlist berisi lagu-lagu rekomendasi kawan-kawan room pooya) dan mengalunlah lagu One Ray of Sunlight punya Phantom Planet sebagai lagu pembuka.

Terasa nyaman di sini, di balik punggungku, ada mereka yang tidak benar-benar kukenal tetapi merekalah yang telah menurunkan gennya kepada keluarga besar kami. Mereka yang telah melalui banyak tantangan hidup, memenangkan beberapa pertempurannya, namun kekalahan pun pastilah mereka alami. Kisah mereka yang sekarang menjadi kenangan dan hanya berupa cerita. Sekarang, saat ini di balik tembok yang memisahkan kami, tubuh mereka telah terdegradasi.

Di depan, awan bergerak selalu berubah. Warna biru langit sangat menenangkan, pepohonan yang menutupi bukit dan gunung, atap-atap rumah di kejauhan, sawah dengan pematang berwarna cokelat muda. Suara gesekan daun yang tertiup angin, deru air sungai di dasar lembah tak terdengar seperti biasanya, melemah karena musim kemarau. Harmoni kehidupan. 

Dan aku berada di sini di antara dua dunia yang kontras. Tersadar bahwa kematian selalu setia menemani, dan kehidupan adalah tentang menikmati setiap momen-momen sederhananya; duduk bersila di lantai sambil memikirkan banyak hal, membaca buku sambil membuka jendela dan menikmati bunyi hujan, minum kopi sambil berbincang dengan sahabat, tertawa, menikmati langit biru, menikmati permasalahan hidup, menghirup udara pagi, mengamati embun pagi yang menyamarkan pepohonan.

Selama ini, aku banyak melewatkan kebahagian sederhana itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

FOLLOWER

READ MORE