Minggu, 20 April 2014

SELAMAT HARI KARTINI

emansipasi, habis gelap terbitlah terang
Selamat Hari Kartini


Wanita itu menangis, beban hidupnya sangat berat. Air mata itu sedikit merapikan kekusutan pikirannya. Suaminya mendekam di lembaga pemasyarakatan. Anak bungsunya lahir prematur, kekebalan tubuhnya sangat lemah sehingga rentan terserang penyakit. Wanita itu berjuang untuk hidupnya dan keenam orang anaknya, terus mencoba memahami kehadiran Tuhan dalam hidupnya. Dia TIDAK menyerah.

.............................................................................

Rutinitas pekerjaan telah merenggut sebagian besar waktunya. Wanita karir itu bergerak mengikuti ritme yang sama setiap harinya. Hidupnya seolah  terprogram hanya untuk pekerjaan dan dia kehilangan kesempatan berinteraksi dengan lingkungannya. Perlahan, dia kehilangan empatinya. Dia BELUM menyadarinya.

.............................................................................

Kata-katanya mengungkapkan kekuatan dan kemampuannya melalui masa-masa sakit hatinya, namun kata-kata itu lebih terdengar sebagai erangan kesakitan dan sekarat. Hubungan dengan pria pujaannya putus dan melukai hatinya cukup dalam. Kembali seorang wanita menangis untuk merapikan kekusutan hatinya. Dia MENGOBATI hatinya.

Scar are souvenir you never lose, the past is never far
Did you lose yourself somewhere out there?
Did you get to be a star?
And don't it make you sad to know that life
is more than who we are
                                                                                         (...Name, Goo Goo Dolls)

.............................................................................

UNTUK WANITA INDONESIA, SELAMAT HARI KARTINI 21 APRIL

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

FOLLOWER

READ MORE