Namun di mata orang-orang yang kukenal, terkadang kutemukan lembaran cerita. Tertulis kisah yang dapat dibaca. Kadang sangat jelas, kadang sesamar tulisan buku-buku tua. Namun untuk pertamakalinya sepasang mata membuatku serasa berkaca. Terdapat kisah yang seperti kisahku, ada kesedihan dan pencarian. Mungkin hanya prasangka.
Aku jarang bercermin bahkan untuk merapikan rambut sekalipun. Namun kutahu seperti apa mataku jika dibaca orang lain, dan salah satu atau sekian lembarannya ada di mata itu. Seperti apa mata itu mengalirkan air mata dalam kesedihannya? sampai di mana pencarian membawanya?
Garis jalan hidup membawa waktu kami beririsan, mungkin kebetulan, mungkin waktu ingin menghibur dan mempertemukan orang-orang seperti kami. Kurasa kami tak perlu berkata-kata untuk saling menguatkan. Kata-kata penghiburan bagiku sudah terasa hambar bahkan seperti sampah telinga, kata-kata motivasi malah membuat mati rasa. Tapi aku berharap dia belum sejauh itu. Biarlah kata-kata masih bisa menghiburnya. Biarlah kata-kata menjadi penunjuk jalan untuk menemukan titik akhir pencariannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar