Tampilkan postingan dengan label legend. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label legend. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 11 Juli 2009
RAWA PENING (ECENG GONDOK DAN LEGENDA)
Sudah pukul 08.05 tapi udara masih sangat dingin, kayaknya tanda-tanda musin kemarau nih (sok tau aja). Pagi ini mau ke Rawa Pening tapi bukan untuk tamasya, mencari sesuatu yang lembut, halus dan tahan lama...ya anda betul, mau cari kerajinan eceng gondok. Ngengg..ngeng...berangkat.....>>>
15menit kemudian:
(intro dulu ya....)
Gw dapat informasi dari staff tata usaha di fakultas gw -namanya Mas Suryani- kalo di sekitar Rawa Pening ada industri rumahtangga yang memproduksi kerajinan dengan bahan dasar eceng gondok. Unik kan? Memang.
(masuk ke pokok cerita..)
Gw berangkat ke Rawa Pening tanpa tahu dimana letak rumah mas Suryani juga lupa minta nomor hape-nya tapi ternyata yang namanya kebetulan tidak melulu terjadi di sinetron, saudara-saudara. Hari ini saya juga menikmati yang namanya kebetulan. Kebetulan gw melihat ke arah kanan jalan, kebetulan otak gw lagi cepat konek jadi wajah mas Suryani yang kebetulan ada di pinggir jalan bisa langsung gw kenali.
Sedikit speak-speak dan gw mendapat informasi kalo ternyata kerajinan eceng gondok berupa sendal laris manis dipesan hotel-hotel baik dari Salatiga dan daerah lainnya. Hasil-hasil kerajinan lainnya seperti tas, perahu dan tempat tissue juga bisa diperoleh disini. Mantap kalii.......
Selesai speak-speak, jiwa narsis muncul. Foto-foto dulu deh di sekitar rawa pening. Mumpung masih pagi, cerah, segar dan kata temen gw, Ariel, mengutip trik para fotografer pro “semua warna dari objek dapat terlihat pada pagi hari”. Sambil poto kanan poto kiri gw jadi teringat legenda Rawa Pening. Gw pernah dengar ceritanya tapi duluu...zaman gw masih netek. Ceritanya seperti ini saudara-saudara:
Zaman dahulu di sebuah kampung yang makmur bernama Rawa Pening ada seorang bocah bernama Biru Klinting yang memiliki badan penuh borok. Baunya bikin orang ga betah dekat-dekat dia. Dia ga diterima bahkan dihina bocah-bocah seumurannya jika dia pengen ikut bermain. Dia juga diusir warga jika dia meminta air minum atau makanan. Untungnya ada seorang janda-tua yang mau menerimanya dan memberinya makan-minum.
Karena tidak memiliki harta, maka Biru Klinting memberikan wejangan kepada kepada janda-tua itu. Dia menyuruh sang janda-tua untuk naik ke perahu atau lesung apabila mendengar suara kentongan.
Biru Klinting kembali ke orang-orang desa yang menghinanya, dia menancapkan lidi ke tanah dan menantang orang-orang di situ untuk mencabutnya. Balita (emang bisa), anak kecil, muda, dewasa, tua, dan orang-orang sekarat berusaha mencabut lidi itu namun tidak ada yang berhasil. Biru Klinting kemudian mencabut lidi itu sendiri. Mencabut lidi bagaikan mencabut sumbatan sebuah mata air besar, tiba-tiba dari dalam tanah tesembur air. Biru Klinting membunyikan kentongan yang kemudian didengar Janda-tua penolongnya. Janda-tua tersebut selamat dan Biru Klinting berubah menjadi ular yang menjaga Rawa Pening sampai sekarang. Legenda ini diceritakan oleh Janda-tua penolong Biru Klinting dan diteruskan sampai sekarang.
Kamis, 09 Juli 2009
PANIC! AT THE DISCO IS DEAD
Pernah dengar lagu: The Only Difference Between Martyrdom And Suicide Is Press Coverage atau London Beckoned Songs About Money Written By Machines (2005) atau Nine At Afternoon (2008)? yap lagu dari grup band PANIC AT THE DISCO tersebut memang asik. PANIC AT THE DISCO: Brendon Urie (vocal), Ryan Ross (gitar), Jon Walker (bass), Spencer Smith (drum). Sayang band kreativ yang lagunya banyak diinsiprsi band legendaris Queen ini ditinggal 2 orang personilnya. Panic at The Disco resmi ditinggal: Ryan Ross dan John Walker. Ironisnya Ryan Ross adalah pendiri (bersama dengan Spencer Smith) dan juga otak dibalik lagu-lagu Panic At The Disco.
Pada umur 13 tahun, Ryan Ross mendapat gitar sebagai hadiah ulang tahun, dia kemudian mengajak tetangganya Spencer Smith untuk bergabung dan bermain drum. Spencer kemudian merengek ke orangtuanya untuk dibelikan drum. Awalnya mereka memainkan lagu-lagu blink 182.
Brendon Urie saat pertama bergabung berposisi sebagai bassis namun akhirnya menjadi vocalis setelah rekan-rekannya mendengar suaranya sebagai backing vocal. Mereka memasukkan lagu-lagunya ke LiveJournal dan dari situlah mereka mulai dikenal.
Bassis Fall Out Boy, Pete Wentz adalah orang yang menemukan band ini kemudian mengajak mereka untuk merilis album dibawah label Decaydance miliknya. A Fever You Can't Sweat Out (2005) dan Pretty. Odd. (2008) adalah album yang dirilis PATD. Sayang band yang pernah meraih grammy ini harus ditinggalkan otak dibalik lagu-lagu mereka yang asik dan sangat kreatif
Senin, 06 Juli 2009
ONE DAY IN YOUR LIFE (MICHAEL JACKSON)
Pertama kali denger soal meninggalnya Michael Jackson, gw ga terlalu kaget. Namun setelah berulang kali televisi menayangkan berita tersebut diiringi lagu "One Day in Your Life" maka gw pun merasakan yang namanya kehilangan karena gw baru sadar kalo ternyata gw hidup satu zaman dengan seorang legenda yang mungkin akan diingat sangat lama. Lagu yang sangat sendu ini dibawakan Jacko waktu masih ABG dan setelah gw search liriknya, ternyata liriknya tak kalah sendunya. Lirik lagu One Day in Your Live:
ONE DAY IN YOUR LIFE
One day in your life
you'll remember a place
Someone's touching your face
You'll come back and you'll look around you
One day in your life
You'll remember the love you found here
You'll remember me somehow
Though you don't need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You'll remember one day...
One day in your life
When you find that you're always waiting
For the love we used to share
Just call my name
And I'll be there
(Oh-oh-oh-oh-oh...)
You'll remember me somehow
Though you don't need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You'll remember one day...
One day in your life
When you find that you're always longing
for the love we used to share
Just call my name
And I'll be there
(Ohh...)
Sabtu, 27 Juni 2009
TRIBUTE TO THE KING OF POP: MICHAEL JOSEPH JACKSON
MICHAEL JOSEPH JACKSON
(August 29, 1958 – June 25, 2009)
Black or White...salah satu lagu sang legenda yang sangat terkenal. Ironis dengan Jacko sendiri yang merubah statusnya dari (maaf) "kulit hitam" menjadi "kulit putih". Gw menulis "NO MORE BLACK OR WHITE" pada wallpaper ini karena JACKO telah kembali kepada SANG PENCIPTA tanpa harus memikirkan warna kulit. Foto Jacko "kulit putih" gw pasang terus di belakangnya Jacko "kulit hitam" yang nampak tenang dan siap untuk bertemu dengan SANG PENCIPTA. SELAMAT JALAN SANG LEGENDA....
Langganan:
Postingan (Atom)



